close menu ppob griya bayar

button whatsapp

LPG Mahal, Saatnya Beralih ke PGN


ilustrasi perbandingan kompor gas dan pgn

Sebelumnya kita sudah membahas substitusi LPG yang makin mahal, dan salah satunya ada PGN. Padahal PGN sudah mulai disalurkan ke masyarakat sejak 1974, dan makin meluas sejak adanya jargas(jaringan gas) tahun 2009. Tapi tetap saja pelanggannya masih jauh dibawah pelanggan LPG. Nah apakah dengan kenaikan harga LPG yang cukup drastis mampu membuat masyarakat akhirnya melirik PGN ini ? Mari kita dalami dulu bagaimana PGN ini bekerja.


ilustrasi gambar petugas pgn

PGN, yang dikelola oleh Perusahaan Gas Negara, menggunakan sistem jaringan pipa yang langsung tersambung ke rumah pelanggan. Artinya, pengguna tidak perlu membeli atau mengganti tabung gas. Gas mengalir seperti air, dan pembayaran dilakukan berdasarkan pemakaian bulanan. Sistem ini memberikan kenyamanan karena suplai gas relatif stabil selama tidak ada gangguan jaringan.


ilustrasi tabung gas lpg

Sementara itu, LPG 12 kg non-subsidi masih mengandalkan tabung yang harus dibeli atau ditukar secara berkala. Harga LPG jenis ini mengikuti mekanisme pasar, sehingga bisa naik turun tergantung kondisi global dan distribusi dalam negeri. Pengguna juga perlu menyediakan tempat penyimpanan tabung serta memastikan instalasi aman dari kebocoran.


Untuk tarif PGN dihitung per m3. Dan tarif yang diterapkan antara Rp. 4.250-10.000 /m3 tergantung katagori yang diterapkan. Sedang harga LPG sekarang antara 18.000-25.000/3kg, untuk nonsubsidi 120.000/5kg dan antara 228.000-285.000/12 kg. Namun demikian, efisiensi biaya juga dipengaruhi oleh pola konsumsi. Untuk rumah tangga dengan penggunaan gas rendah, selisih biaya antara PGN dan LPG mungkin tidak terlalu terasa. Bahkan, LPG bisa terasa lebih praktis karena tidak perlu berlangganan atau membayar biaya instalasi awal seperti pada PGN.


Misal dalam 1 rumah tangga menggunakan LPG 12 kg/bulan, maka ia memerlukan biaya Rp. 228.000/bln, dan 1 tabung LPG 12kg berisi 15m3, maka bila ia menggunakan PGN maka 15 x Rp. 10.000 = Rp. 150.000. Bisa lebih hemat sekitar 78.000/bulan. Hanya saja penyebaran pipa PGN masih belum merata di Indonesia sehingga tidak semua orang bisa mengaksesnya. Hanya di kota-kota besar Sumatra, Jawa dan Kalimantan yang terjangkau pipa PGN dan itupun tidak semua.


ilustrasi memasak dengan kompor gas

PGN menawarkan keunggulan dalam hal stabilitas harga, kepraktisan, dan efisiensi untuk penggunaan jangka panjang. Namun, LPG tetap relevan karena fleksibel dan mudah diakses di berbagai daerah. Bagi masyarakat yang tinggal di area yang sudah terjangkau jaringan PGN, beralih ke gas pipa bisa menjadi langkah yang lebih hemat dan praktis. Sebaliknya, bagi yang belum memiliki akses, LPG masih menjadi solusi utama yang paling realistis.

hubungi kami

Helpdesk :

031-5033335, 0811-31123335
0817-5003335
0812-18868914(WhatsApp)

Ikuti kami :

info@griyabayar.com

aplikasi griya bayar sudah terdaftar di kominfo