close menu ppob griya bayar

button whatsapp

Medsos Terbaik Untuk Mempromosikan Loketmu


ilustrasi media sosial yang dipakai

Bisnis loket PPOB juga harus mengikuti perkembangan jaman, selain promosi dengan alat promosi seperti brosur, flyer, kartu nama, atau dari mulut ke mulut, harus juga memanfaatkan teknologi yang ada yaitu sosial media. Menurut laporan Digital 2026: Indonesia dari DataReportal dan Kepios, yang menggunakan data per Oktober 2025 adalah sebanyak 62,9% populasi Indonesia atau sekitar 180 juta jiwa. Dengan masifnya pengguna medsos di Indonesia, maka penggunaan medsos sebagai media promosi adalah salah satu media yang wajib dilakukan para pemilik loket PPOB.
Disini kita akan membahas media sosial mana yang paling cocok bila disesuakan dengan tujuan penggunaannya.


WhatsApp


ilustrasi media sosial

Untuk bisnis loket PPOB, WhatsApp sangat penting karena jaraknya paling dekat dengan transaksi dan komunikasi pelanggan. Data Digital 2026 menunjukkan WhatsApp digunakan oleh sekitar 90,8% pengguna internet Indonesia dalam 30 hari terakhir berdasarkan data GWI yang dirangkum dalam laporan digital Indonesia. WhatsApp juga menjadi salah satu aplikasi yang paling sering digunakan masyarakat Indonesia.

Pemilik loket dapat menggunakan WhatsApp untuk:
- Membuat WhatsApp Business
- Menampilkan daftar layanan PPOB
- Membagikan promo
- Mengirim pengingat pembayaran
- Menjadi customer service
- Membuat grup pelanggan
- Memanfaatkan Status WhatsApp untuk promosi

Kelebihan WhatsApp adalah calon pelanggan tidak berhenti hanya pada tahap melihat iklan. Mereka bisa langsung chat dan melakukan transaksi.


ilustrasi pemilik loket menggunakan tiktok

TikTok

Jika WhatsApp berfungsi sebagai media transaksi, maka TikTok sangat menarik untuk membangun awareness. Dalam survei APJII 2026 terhadap 8.700 responden di 38 provinsi, TikTok menjadi platform yang paling sering diakses dengan proporsi 31,8%, diikuti Facebook 29,4% dan Instagram 27,7%.

Pemilik loket PPOB tidak harus membuat konten yang terlalu rumit. Justru konten sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari bisa digunakan, seperti keadaan loket ketika ada pelanggan, cara pembayaran, promosikan loket, produk pembayaran apa saja yang bisa dibayarkan, testimoni pelanggan, dll.

TikTok juga dapat digunakan untuk iklan berbayar ketika pemilik loket sudah memiliki konten yang terbukti menarik perhatian. Fungsi utama TikTok: mendatangkan perhatian dan calon pelanggan baru.


ilustrasi pemilik loket membuat konten di warungnya

Facebook

Facebook masih relevan untuk bisnis PPOB, terutama karena karakter bisnis ini sangat lokal. Data APJII 2026 menempatkan Facebook sebagai salah satu platform yang paling sering diakses masyarakat Indonesia, dengan proporsi 29,4% responden.

Banyaknya grub komunitas di FB yaitu grub jual beli, grub komunitas daerah, dll membuat platform ini lebih terarah dan lebih mudah mempromosikan loket anda.


ilustrasi pemilik loket memakai instagram

Instagram

Instagram dapat menjadi etalase digital untuk loket PPOB. Data APJII 2026 menunjukkan Instagram diakses oleh 27,7% responden dan menjadi salah satu platform utama yang digunakan masyarakat Indonesia.
Instagram dapat digunakan untuk sebegai etalase produk pembayaran, konten edukasi, promosi, konten menghibur yang sekaligus promosi. Instagram juga cocok untuk membuat Reels, sehingga konten yang dibuat dapat menjangkau orang yang belum mengikuti akun tersebut.


Google

Selain media sosial, ada satu kanal yang sering dilupakan oleh pemilik loket PPOB: Google. Ini berbeda dengan TikTok atau Instagram. TikTok/Instagram: orang melihat promosi ketika sedang menggunakan media sosial. Google: orang mencari ketika memang sedang membutuhkan sesuatu. Orang yang mencari loket tersebut sudah memiliki kebutuhan. Mereka bukan sekadar sedang scrolling media sosial.


Promosi loket PPOB tidak harus mahal dan tidak harus dilakukan di semua media sekaligus. TikTok dapat digunakan untuk memperluas jangkauan, Facebook untuk komunitas lokal, Instagram untuk membangun kepercayaan, Google untuk menangkap pencarian lokal, dan WhatsApp sebagai pintu menuju transaksi.
Data terbaru juga menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sangat aktif di berbagai platform digital: laporan Digital 2026 mencatat sekitar 180 juta identitas pengguna media sosial di Indonesia, sementara rata-rata pengguna menggunakan beberapa platform setiap bulannya.
Karena itu, strategi terbaik untuk loket PPOB bukan memilih satu media, melainkan membuat setiap media memiliki fungsi yang berbeda dalam perjalanan pelanggan:
TikTok/Facebook/Instagram → dikenal → percaya → WhatsApp → transaksi → pelanggan tetap.
Bagi pemilik loket PPOB, inilah yang lebih penting daripada sekadar mengejar jumlah followers atau views.

hubungi kami

Helpdesk :

031-5033335, 0811-31123335
0817-5003335
0812-18868914(WhatsApp)

Ikuti kami :

info@griyabayar.com

aplikasi griya bayar sudah terdaftar di kominfo